Sabtu, 16 Agustus 2008

Cara Deposit Dengan Transfer Bank ke Marketiva

Marketiva menerima deposit / setoran uang dengan cara Transfer Antar Rekening Bank atau umum disebut dengan istilah Wire Transfer, atau Telegraphic Transfer. Wire Transfer merupakan metode pembayaran yang paling umum dan bisa dikirim dari semua bank di seluruh dunia. Merupakan metode yang paling aman diantara kesemua metode deposit yang ada di Marketiva karena adanya kebijakan Anda hanya diijinkan menarik uang menggunakan rekening yang sebelumnya dipakai untuk melakukan deposit. Namun karena biaya yang lumayan besar, maka cara lebih cocok untuk deposit dalam jumlah besar, kisaran USD 3000 ke atas. Namun bukan berarti jumlah kecil tidak boleh dengan wire transfer... Boleh... hanya sayang karena fee nya besar, bisa bisa deposit anda habis di jalan saja nanti, dan sampai ke Marketiva tinggal $5 atau malah habis.



Berikut perhitungan kasar biaya transfer bank dari deposit sampai withdrawal:
Deposit:
Fee Bank: $15
Fee Bank Perantara / Intermediary: $25
Withdrawal:
Fee penarikan Marketiva: $14
Fee Bank Perantara / Intermediary: $25
Total biaya: $15 + $25 + $14 + $25 = $79
Perhitungan di atas hanya kira kira saja, aktualnya bisa kurang bisa lebih. Maka kalau anda kirim uang dengan wire hanya $100, yang sampai kurang lebih $60 saja. Jadi solusinya untuk deposit jumlah kecil bisa dengan e-currency saja, lebih murah dan cuepattt, detail nya bisa anda lihat di sini.

Untuk melakukan deposit wire transfer ke Marketiva, ada beberapa hal yang perlu anda persiapkan:




  • Anda Harus memiliki Rekening Bank atas nama anda sendiri, prosedur ini sesuai dengan hukum AML - Anti Money Laundring yang diterapkan Marketiva. Saat ini beberapa Bank yang bisa transfer uang ke Marketiva diantaranya: Bank Mandiri, BNI, Bank Panin, Bank Lippo, ABN Amro. Untuk BCA pada saat artikel ini ditulis belum bisa kirim uang ke Marketiva.

  • Rekening bank tidak perlu dalam mata uang USD, bisa menggunakan rekening Rupiah saja. Nanti pihak bank yang akan konversi ke USD waktu transfer uang ke Marketiva.

  • Account di Marketiva harus sudah diverifikasi atau disahkan dengan cara kirim KTP/SIM/Passport. Account yang belum disahkan tidak bisa melihat nomor rekening bank milik Marketiva. Untuk cara identifikasi silakan lihat pada halaman Cara Identifikasi.

  • Isi formulir transfer bank di Marketiva, caranya klik disini. Dengan mengisi formulir ini, artinya anda menginformasikan kepada pihak Marketiva bahwa anda akan mengirimkan uang dengan tranfer bank. Isikan formulir sesuai informasi bank anda, gambar di bawah bisa anda jadikan acuan.

  • Isilah formulir dengan data yang diperlukan seperti pada contoh. Untuk deposit, bagian SWIFT code bisa anda tulis N/A kalau tidak tahu nomor SWIFT bank anda. Namun akan sangat lebih baik kalua anda isikan SWIFT codenya langsung, karena SWIFT code ini mutlak anda perlukan waktu penarikan dana nantinya. Daftar SWIFT CODE beberapa bank di indonesia bisa anda dapatkan di artikel SWIFT CODE bank di Indonesia.
    Minimal deposit untuk wire transfer adalah $250. Saya sarankan lebih mengingat biaya wire transfer lumayan besar (periksa perhitungan di atas).

  • Cetak formulir seperti pada contoh dan bawa ke bank untuk melakukan transfer. Cara mencetaknya bisa pilih menu File di browser, kemudian pilih Print.

  • Pada saat melakukan transfer uang dari bank, pastikan anda menuliskan Transfer MEMO pada slip setoran di bank. Pada conton diatas, transfer memonya adalah: Marketiva / 123456. Ini untuk menginstruksikan pihak Marketiva untuk mengkreditkan uang yang anda kirim ke account trading dengan nomor 123456. Nomor trading ini terisi otomatis, fungsinya sama dengan username anda di Marketiva, anda bisa lihat di account center untuk detailnya.

  • Simpan bukti transfer di tempat aman dan mudah anda jangkau, karena kadang diperlukan oleh pihak Marketiva untuk konfirmasi deposit anda.

  • Proses Wire Transfer di Marketiva umumnya makan waktu 2 - 7 hari kerja. Jika setelah 7 hari kerja deposit anda belum masuk, maka anda perlu menghubungi pihak Marketiva untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.

  • Apabila segala sesuatunya benar, maka dalam 2-7 hari kerja uang akan masuk ke default desk anda di Marketiva, anda bisa pindahkan ke desk live forex untuk segera ditradingkan.


[caption id="attachment_75" align="alignnone" width="300" caption="Informasi Rekening Bank Milik Marketiva, klik gambar untuk memperbesar."]Formulir Wire Transfer ke Marketiva[/caption]

[caption id="attachment_76" align="alignnone" width="201" caption="Informasi Rekening Bank Anda, klik gambar untuk memperbesar"]Informasi Rekening Bank Anda[/caption]

Selasa, 05 Agustus 2008

Exit Target, Stop Loss dan Cara Penggunaannya di Marketiva

Pertanyaan umum:

Apakah kalau saya trading harus selalu pantengin monitor dan selalu terhubung ke internet? Maksudnya mungkin agar bisa menutup posisi apabila keuntungan telah didapatkan. Hehehe, ini pertanyaan trader pemula banget sih, tapi akan tetap kita bahas ya... Jawabannya adalah kita tidak perlu tongkrongin seharian itu komputer, kan capek badan ;) Anda bisa tinggalin posisi dan nanti bisa terlikuidasi otomatis apabila anda telah menetapkan nilai exit target dan stop loss nya. Jadi waktu yang anda gunakan untuk trading kira kira seperti ini: 15 menit analisa, 10 menit untuk order masuk posisi dan setting exit ordernya. Sisa waktu bisa anda gunakan untuk kegiatan sehari hari seperti biasa. Jadi tidak perlu campur tangan anda lagi, kalau keuntungan sudah mencapai exit target maka akan ditutup, atau kerugian sudah tidak dapat di tolerir dan harga exit target telah tersentuh maka posisi juga akan ditutup otomatis.



Exit target: adalah tingkat harga dimana anda ingin menutup suatu posisi ketika sejumlah profit tertentu telah anda dapatkan. Anda dapat mengatur exit target ketika anda membuka posisi atau kapan saja selagi posisi tersebut masih open. Exit target juga dikenal dengan istilah Take Profit atau sering disingkat dengan TP.

Order Stop-loss: menjamin suatu posisi dilikuidasi secara otomatis pada harga yang telah diperkirakan untuk membatasi potensi kerugian yang mungkin terjadi jika market bergerak melawan posisi anda. Stop Loss biasa disingkat SL.

Contoh exit target dan exit stop-loss:
Anda memiliki posisi long yang dibuka pada harga 1.2000, maka exit target anda harus lebih tinggi, sebagai contoh 1.2020, dan exit stop-loss di tingkat yang lebih rendah, misalnya 1.1980. Apabila anda membuka posisi short di 1.2000, nilai exit target harus lebih rendah, misalnya 1.1980, dan exit stop-lossnya lebih tinggi misalnya 1.2020.

Baik exit target maupun exit stop-loss nilai yang anda tetapkan adalah dalam harga, bukan banyaknya poin atau pip. Seperti contoh di atas, apabila anda ingin menutup posisi dengan keuntungan 20 pip, pada posisi long yang anda buka dengan harga 1.2000, maka exit targetnya adalah 1.2020 yaitu harga buka 1.2000 + 20 poin = 1.2020.

Beberapa kasus yang sering dialami trader berkaitan dengan exit target dan stop loss
Posisi saya tidak ditutup padahal saya yakin harga menyentuh angka Exit Target tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi?

  • Perlu diingat bahwa harga terdiri dari dua komponen, yaitu Harga jual (Bid Price) dan Harga beli (Offer Price).

  • Transaksi jual dibuka dengan Harga BID dan ditutup dengan Harga OFFER

  • Transaksi beli dibuka dengan Harga OFFER dan ditutup dengan Harga BID


Sebagai contoh, anda melakukan transaksi Short di EUR/USD dan exit target di 1.3125. Harga pada diagram/chart menunjukkan 1.3125, tapi dalam hal ini exit target anda tidak tersentuh.

Hal ini dikarenakan 1.3125 adalah harga diagram yang mana merupakah harga pertengahan bid dan offer, sedangkan transaksi Short harus ditutup dengan aksi beli. Harga Charting=1,3125, maka Offer = harga di charting + 1/2 spread = 1,3125 + 1 = 1,3126. Sehingga harga sebenarnya masih di level 1,3126.

Posisi saya ditutup padahal saya yakin harga tidak menyentuh angka Stop Loss. Apa yang sebenarnya terjadi?

  • Perlu diingat bahwa harga terdiri dari dua komponen, yaitu Harga jual (Bid Price) dan Harga beli (Offer Price).

  • Transaksi jual dibuka dengan Harga BID dan ditutup dengan Harga OFFER

  • Transaksi beli dibuka dengan Harga OFFER dan ditutup dengan Harga BID


Contoh: anda melakukan transaksi Short di GBP/USD dan memasang Stop loss di level 1.8943. Harga pada diagram/chart menunjukkan 1.8942. Tapi dalam hal ini SL anda tersentuh.

Hal ini dikarenakan 1.8942 adalah Harga diagram, yang mana merupakah harga pertengahan bid dan offer, sedangkan transaksi Short harus ditutup dengan aksi beli. Harga Charting=1,8942, maka Offer = harga charting + 1/2 spread = 1,8942 + 2 = 1,8944. Sehingga harga sebenarnya sudah berada di level 1,8944.

Yang penting anda perhatikan disini adalah Spread, dan perlu diingat juga bahwa spread itu tidak tetap dan sewaktu waktu dapat berubah nilainya, terutama pada saat keluar berita yang mengakibatkan pergerakan harga tidak stabil.

P.S:

  • Dalam contoh di atas, spread untuk EUR/USD adalah 2, dan GBP/USD adalah 4.

  • BID adalah harga Anda menjual ke dealer, dan OFFER adalah harga Anda membeli dari dealer. Dalam hal ini harga BID selalu lebih rendah dari harga OFFER.